Berita

Krakitan Menjadi Tuan Rumah Kegiatan Baitul Arqom Dasar dan Diklatsar KOKAM se-Kecamatan Bayat

Bayat, Klaten — Krakitan menjadi tuan rumah kegiatan Baitul Arqom Dasar dan Diklatsar KOKAM se-Kecamatan Bayat yang diselenggarakan pada 4–5 Oktober 2025 di MTs Muhammadiyah Program Khusus Krakitan Bayat. Kegiatan ini menjadi wadah kaderisasi penting bagi Pemuda Muhammadiyah (PCPM) dan KOKAM di wilayah Bayat.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh 50 peserta dari 18 ranting Muhammadiyah se-Kecamatan Bayat. Mereka adalah perwakilan dari unsur pemuda dan KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) yang telah dipilih untuk mengikuti pelatihan dasar kader.

WADAH KADERISASI PEMUDA MUHAMMADIYAH

Menurut panitia pelaksana, kegiatan ini bertujuan memperkuat gerakan kaderisasi di tingkat cabang dan ranting. Baitul Arqom dan Diklatsar KOKAM menjadi ruang pembinaan terpadu yang menekankan pada penguatan ideologi, wawasan organisasi, serta semangat pengabdian kepada umat dan persyarikatan.

Beberapa materi yang diberikan meliputi: Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Keorganisasian dan Kepemimpinan, Ke-KOKAM-an, Penggalian Potensi Diri, serta Ibadah Praktis. Seluruh rangkaian dirancang untuk membentuk kader yang berakhlak, tangguh, dan siap menjadi pelopor gerakan dakwah di masyarakat.

Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Bayat, Sholikin Dalil, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta.

“Alhamdulillah, ini adalah program kami setelah satu tahun dilantik. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kader, baik dari unsur KOKAM maupun Pemuda Muhammadiyah,” ujarnya.

Sholikin menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya membangun karakter kader yang unggul dan konsisten dalam perjuangan dakwah.

“Langkah awal ini semoga terus berkelanjutan dan melahirkan kader yang memiliki kualitas serta kuantitas yang baik. Dengan begitu, kami dapat menjalankan fungsi kami sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah, menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” imbuhnya.

ANTUSIASME PESERTA DAN HARAPAN KE DEPAN

Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat. Peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias, terutama saat materi tentang keorganisasian dan ke-KOKAM-an. Salah satu peserta, dari Ranting Muhammadiyah Paseban, mengaku bangga bisa mengikuti kegiatan ini.

“Saya merasa bersyukur bisa terlibat dalam kegiatan ini. Banyak hal baru yang kami dapat, mulai dari wawasan tentang perjuangan Muhammadiyah, strategi dakwah, hingga bagaimana berorganisasi dengan disiplin dan semangat juang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan seperti ini membuat para pemuda lebih termotivasi untuk aktif di ranting masing-masing. “Semoga setelah Baitul Arqom dan Diklatsar ini, kami bisa lebih berperan dalam kegiatan masjid dan dakwah di masyarakat,” ujarnya.

MENGHIDUPKAN SEMANGAT KADERISASI

Baitul Arqom dan Diklatsar KOKAM merupakan dua bentuk kegiatan penting dalam tradisi kaderisasi Muhammadiyah. Keduanya menjadi media untuk memperkuat akidah, wawasan kebangsaan, serta kepemimpinan berbasis nilai Islam.

Menurut penanggung jawab kegiatan, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat sinergi antara KOKAM dan Pemuda Muhammadiyah di tingkat ranting. “Kader yang sudah mengikuti pelatihan ini nantinya akan menjadi motor penggerak di wilayahnya masing-masing. Mereka diharapkan menjadi generasi muda yang siap berkontribusi untuk kemajuan umat dan persyarikatan,” jelasnya.

Selain materi di dalam kelas, peserta juga diajak mengikuti kegiatan ibadah malam, apel KOKAM, serta simulasi tanggap bencana. Seluruh kegiatan berlangsung di lingkungan MTs Muhammadiyah Program Khusus Krakitan yang telah disiapkan sebagai pusat pelatihan.

PENUTUP

Kegiatan yang berakhir pada Ahad pagi, 5 Oktober 2025 ini ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta. Dalam penutupan, Sholikin Dalil kembali menegaskan pentingnya kontinuitas pembinaan kader di Bayat.

“Kami tidak ingin kaderisasi berhenti di sini. Baitul Arqom dan Diklatsar KOKAM ini harus menjadi budaya organisasi, agar regenerasi kepemimpinan di Muhammadiyah terus berjalan,” katanya.

Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini menandai langkah baru dalam membangun gerakan pemuda yang berdaya, berdisiplin, dan berjiwa dakwah. Krakitan, sebagai tuan rumah, telah memberikan contoh nyata bagaimana sinergi antara lembaga pendidikan dan organisasi dapat menghadirkan energi positif bagi gerakan kaderisasi di tingkat akar rumput.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button