PRM Krakitan Menuju Ranting Unggulan, Perkuat Ekosistem Persyarikatan Muhammadiyah

Krakitan, 6 Agustus 2025 — Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Krakitan terus memperkuat eksistensinya sebagai bagian dari gerakan dakwah yang unggul dan berkemajuan. Melalui penguatan ekosistem persyarikatan, PRM Krakitan menargetkan menjadi ranting unggulan dengan basis masjid yang makmur, pengajian yang hidup, dan tata kelola organisasi yang tertib serta efektif.
“Ranting dan masjid Muhammadiyah adalah The Real Muhammadiyah,” demikian ditegaskan oleh Tugiran, Wakil ketua PRM Krakitan. Menurutnya, ranting adalah ujung tombak Persyarikatan Muhammadiyah. Keberhasilan Muhammadiyah dalam melayani umat sangat ditentukan oleh kekuatan ranting dan masjid. Ruh dari ranting Muhammadiyah terletak pada tiga hal utama: pengajian, masjid, dan rapat rutin yang terkelola dengan baik, memiliki tindak lanjut, serta dievaluasi secara berkala. Masjid yang makmur dan memakmurkan jamaahnya merupakan bukti nyata keberhasilan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dan pelayanan umat.
Ekosistem Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting tidak hanya terdiri dari unsur pokok seperti keluarga, masjid, sekolah, dan masyarakat, sebagaimana konsep Catur Pusat Pendidikan. Namun, unsur-unsurnya lebih rinci dan melibatkan banyak pihak, antara lain pemerintah, pengurus persyarikatan, tokoh atau mahaligh Muhammadiyah, Aisyiyah, Ortom, Angkatan Muda Muda Muhammadiyah (AMM), Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta warga masyarakat.
AUM Krakitan dapat berupa PAUD, MI Muhammadiyah, MTs Muhammadiyah, PKU, Pusat Sosial Keluaraga Muhammadiyah. Dalam ekosistem ini juga terlibat siswa, orang tua siswa, serta warga Muhammadiyah sebagai bagian dari komunitas yang aktif. Apabila semua unsur ini digerakkan secara sinergis, maka akan melahirkan cabang dan ranting yang unggul serta berkemajuan. Agus Wibawanta, Kepala MIM Krakitan dan penggerak PRM Krakitan menyatakan, “Kami berkomitmen membangun kekuatan ranting dengan pendekatan kolaboratif. Setiap unsur dalam ekosistem Muhammadiyah di Krakitan dilibatkan dalam program-program strategis. Ini kunci agar ranting menjadi unggul dan mandiri.”
Pengalaman LPCR PP Muhammadiyah dalam menyelenggarakan Cabang Ranting (CR) Nasional Expo dan CR Award selama empat kali telah mengidentifikasi lebih dari 80 CR unggulan di tingkat nasional. Dari pengalaman tersebut, ditemukan bahwa keberhasilan mereka menjadi CR terbaik bukan karena faktor tunggal, melainkan karena kemampuan pengurusnya mengelola seluruh potensi ekosistem Muhammadiyah secara optimal.
Arif Jatmiko, sekretaris LPCR PDM Klaten, menyampaikan, “Ranting unggulan itu lahir dari pengurus yang mampu memanfaatkan seluruh kekuatan dalam ekosistem. Mereka menggerakkan AUM, menghidupkan masjid, memperkuat Ortom, dan membangun sinergi yang berkelanjutan. Inilah yang sedang kami upayakan di Ranting Krakitan.”
PRM Krakitan bertekad menjadi contoh ranting unggulan di tingkat daerah. Melalui berbagai program seperti pelatihan jurnalistik, penguatan masjid, pengajian rutin, kegiatan AMM, dan pemberdayaan AUM, Krakitan membuktikan bahwa ranting bisa menjadi pusat gerakan dakwah yang hidup.
Dwi Cahyo, pengelola media PRM Krakitan, mengatakan, “Kami ingin menunjukkan bahwa ranting bisa kuat dalam semua lini, dari media hingga pengajian. Dengan kolaborasi dan semangat gotong royong, Krakitan siap jadi ranting Muhammadiyah yang unggul.”
Melalui semangat sinergi dan penguatan ekosistem, PRM Krakitan optimistis menjadi bagian dari CR unggulan yang mampu membawa visi “Masjid Berdaya, Umat Berkemajuan” ke tingkat yang lebih luas.



